Senin, 19 September 2016

PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA



TUGAS KURIKULUM DAN DESAIN PEMBELAJARAN
“PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA”






DISUSUN OLEH:
WIWIT RATNA SARI (KELOMPOK 1)
P2A616015






PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN DASAR
UNIVERSITAS JAMBI
2016








BAB I

PENDAHULUAN

A.     
Latar Belakang Masalah


Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang memungkinkan disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya (Arsyad, 2014:01).

Dalam suatu proses pembelajaran, dua unsur yang amat penting adalah metode pembelajaran dan media pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode pembelajaran tertentu akan mempengaruhi jalannya proses pembelajaran dengan baik atau tidak. Pemilihan metode tersebut juga harus didasari oleh beberapa hal diantaranya dilihat dari tujuan materi yang akan dicapai, ketersediaan waktu, serta ketersediaan sarana dan prasarana.
Banyak metode pembelajaran yang dapat digunakan diantaranya, metode tanya jawab, metode diskusi, metode ceramah, metode demostrasi, metode resitasi, metode eksperimental dan lainnya. Namun terkadang materi pembelajaran menuntut untuk siswa dapat belajar dari sesuatu yang konkrit sehingga diperlukanlah metode pembelajaran yang tepat pula, misalnya dengan menggunakan metode eksperimental. Melalui metode ini siswa dapat melihat langsung, mencoba secara langsug hal yang sedang dipelajari serta dapat belajar untuk memecahkan masalah.
Salah satu contoh materi pembelajaran yang dapat menggunakan metode eksperimental adalah sifat-sifat cahaya. Dengan menggunakan metode ini siswa dapat membuktikan langsung kebenaran dari sifat-sifat cahaya tersebut.

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah:
1.      Bagimana pengertian dari metode eksperimen?
2.      Bagaimana karakteristik dari metode eksperimen?
3.      Bagaimana langkah-langkah penggunaan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA?
4.      Apa saja kekurangan dan kelebihan dari metode eksperimen dalam pembelajaran?

C.      Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.      Mengetahui pengertian dari metode eksperimen.
2.      Mengetahui karakteristik dari metode eksperimen.
3.      Mengetahui langkah-langkah penggunaan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA.
4.  Mengetahui kekurangan dan kelebihan dari metode eksperimen dalam pembelajaran.



BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Metode Eksperimen
Menurut Sukardi (2011:180), penelitian eksperimen dalam bidang pendidikan dibedakan menjadi dua yaitu penelitian di dalam laboratorium dan di luar laboratorium. Sehubungan dengan subjek dalam pendidikan adalah siswa, penelitian yang paling banyak dilakukan adalah di luar laboratorium. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa keunggulan yang dimiliki oleh penelitian di luar laboratorium. Selain itu, penelitian eksperimen juga lebih cocok dilakukan dalam bidang pendidikan.
Metode eksperimen (percobaan) adalah suatu tuntutan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar menghasilkan suatu produk yang dapat dinikmati masyarakat secara aman dan dalam pembelajaran melibatkan siswa dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan itu, (Sumantri, 1999:157).
Jadi, metode eksperimen ini merupakan salah satu metode yang menuntut siswa terlibat langsung dalam melakukan percobaan sehingga siswa dapat lebih memahami materi yang dibelajarkan. Bahkan, dengan melakukan percobaan atau eksperimen siswa dapat menunjukkan sikap yang positif seperti bekerja sama, jujur, dan rasa ingin tahu. Begitu pula dengan keterampilan siswa dapat lebih terasah.

B.       Karakteristik Metode Eksperimen
Terdapat beberapa karakteristik mengajar dalam menggunakan metode ekperimen serta hubungannya dengan pengalaman belajar siswa, seperti yang dikemukakan oleh Winataputra (Triadi, 2011) yaitu:
a)        Ada alat bantu yang digunakan
b)        Siswa aktif melakukan percobaan
c)        Guru membimbing
d)       Tempat dikondisikan
e)        Ada pedoman untuk siswa
f)         Ada topik yang dieksperimenkan
g)        Ada temuan-temuan.
Dari karakterisitik metode eksperimen dapat dikatakan bahwa metode eksperimen dapat dikembangkan dan diterapkan dalam pembelajaran IPA dalam meningkatkan sikap ilmiah siswa. Pembelajaran melalui metode eksperimen ini mengharapkan siswa menjadi lebih aktif, guru berusaha membimbing, melatih dan membiasakan siswa untuk terampil menggunakan alat, terampil merangkai percobaan dan mengambil kesimpulan yang merupakan tujuan pembelajaran IPA. Dengan percobaan (eksperimen) siswa diharapkan dapat merekam semua data fakta yang diperoleh melalui hasil pengamatan dan bukan data opini hasil rekayasa pemikiran.

C.      Langkah-langkah Penggunaan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA
Agar metode eksperimen ini dapat berjalan dengan lancar dan teratur, maka diperlukanlah adanya langkah-langkah dalam penerapan metode tersebut, seperti yang dikemukakan oleh  Ramyulis (2005 : 250) sebagai berikut:
1.   Memberi penjelasan secukupnya tentang apa yang harus dilakukan dalam eksperimen
2.      Menentukan langkah-langkah pokok dalam membantu siswa dengan eksperimen
3.      Sebelum eksperimen di laksanakan terlebih dahulu guru harus menetapkan:
a.       Alat-alat apa yang diperlukan
b.      Langkah-langkah apa yang harus ditempuh
c.       Hal-hal apa yang harus dicatat
d.      Variabel-variabel mana yang harus dikontrol
4.      Setelah eksperimen guru harus menentukan apakah follow-up (tindak lanjut) eksperimen contohnya :
a.       Mengumpulkan laporan mengenai eksperimen tersebut
b.      Mengadakan tanya jawab tentang proses
c.       Melaksanakan tes untuk menguji pengertian siswa
            Menurut Fathurrahman (Abdillah, 2011) Langkah-langkah dalam pembelajaran dengan metode eksperimen adalah
a)    Perencanaan: yaitu meliputi kegiatan menerangkan metode eksperimen, membicarakan terlebih dahulu permasalahan yang dapat diangkat, menetapkan alat-alat yang diperlukan, menentukan langkah-langkah apa saja yang perlu dicatat dan variabel-variabel yang harus dikontrol.
b)    Pelaksanaan: melaksanakan pembelajaran dengan metode eksperimen, mengumpulkan laporan, memproses kegiatan dan mengadakan tes untuk menguji pemahaman siswa.
            Sebagai contoh didalam pembelajaran IPA pada materi sifat-sifat cahaya siswa dapat melakukan percobaan untuk membuktikan teori yang telah ada, misalnya cahaya merambat lurus, siswa dapat melakukan percobaan langsung dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1.   Menyiapkan alat dan bahan seperti jarum, kertas tebal berwarna hitam, lampu senter, dan selotip.
2.      Melakukan percobaan dengan tuntunan cara kerja yang telah dijelaskan yaitu:
a.    Buatlah lubang dibagian tengah kertas berwarna hitam dengan menggunakan jarum
b.     Pasang kertas yang telah dilubangi tersebut dibagian kepala lampu senter.
c.      Matikan lampu ruangan sehingga ruangan menjadi gelap.
d.      Nyalakan lampu senter
e.    Lepaskan kertas dari kepala lampu senter kemudian nyalakan kembali lampu senter.
f.   Perhatikan nyala lampu senter dengan penutup kertas dan tanpa penutup kertas serta bagaimana arah cahaya lampu senter tersebut.

D.      Kelebihan dan Kekurangan Metode Eksperimen
Menurut Sumantri (1999:158) kelebihan dan kekurangan metode eksperimen adalah sebagai berikut:
1.      Kelebihan metode eksperimen
a)  Membuat siswa percaya pada kebenaran kesimpulan percobaannya sendiri dari pada hanya menerima kata guru atau buku.
b)  Siswa aktif terlibat mengumpulkan fakta, informasi, atau data yang diperlukan melalui percobaan yang dilakukan.
c )   Dapat menggunakan dan melaksanakan prosedur metode ilmiah dan berfikir ilmiah.
d) Memperkaya  pengalaman dengan hal-hal yang bersifat objetif, realistik dan menghilangkan verbalisme.
e)     Hasil belajar menjadi kepemilikan siswa yang bertalian lama.
2.      Kekurangan/kelemahan metode eksperimen
a)       Memerlukan peralatan percobaan yang komplit,
b)   Dapat menghambat laju pembelajaran dalam penelitian yang memerlukan    waktu yang lama.
c)   Menimbulkan  kesulitan bagi guru dan siswaapabila kurang berpengalaman dalam penelitian.
d) Kegagalan dan kesalahan dalam bereksperimen akan berakibat pada kesalahan penyimpulan.
Berdasarkan pendapat diatas jelas bahwa penerapan metode eksperimen dalam kegiatan pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan tersebut beriorentasi pada optimalnya kegiatan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan dengn metode eksperimen ini siswa dapat mengembangan sikap ilmiah.
Disamping kelebihan yang dapat dirasakan oleh siswa dalam pembelajaran yang menggunakan metode eksperimen ada juga kelemahannya, yaitu metode ini menuntut kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran eksperimen dengan mengawasi proses kerja sama dalam belajar yang dilakukan olah siswa. Hal ini berarti bahwa peran guru sangatlah penting dalam memberikan pengawasan sekaligus bimbingan bagi siswa, terlebih bagi siswa yang ada di sekolah dasar.