TUGAS
KURIKULUM DAN DESAIN PEMBELAJARAN
“PENGGUNAAN
METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA”
DISUSUN
OLEH:
WIWIT
RATNA SARI (KELOMPOK 1)
P2A616015
PROGRAM
MAGISTER PENDIDIKAN DASAR
UNIVERSITAS
JAMBI
2016
BAB
I
PENDAHULUAN
Belajar adalah suatu
proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya.
Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan
lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana
saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya
perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang memungkinkan disebabkan oleh
terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya
(Arsyad, 2014:01).
Dalam suatu proses
pembelajaran, dua unsur yang amat penting adalah metode pembelajaran dan media
pembelajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode
pembelajaran tertentu akan mempengaruhi jalannya proses pembelajaran dengan
baik atau tidak. Pemilihan metode tersebut juga harus didasari oleh beberapa
hal diantaranya dilihat dari tujuan materi yang akan dicapai, ketersediaan
waktu, serta ketersediaan sarana dan prasarana.
Banyak metode
pembelajaran yang dapat digunakan diantaranya, metode tanya jawab, metode
diskusi, metode ceramah, metode demostrasi, metode resitasi, metode
eksperimental dan lainnya. Namun terkadang materi pembelajaran menuntut untuk
siswa dapat belajar dari sesuatu yang konkrit sehingga diperlukanlah metode
pembelajaran yang tepat pula, misalnya dengan menggunakan metode eksperimental.
Melalui metode ini siswa dapat melihat langsung, mencoba secara langsug hal
yang sedang dipelajari serta dapat belajar untuk memecahkan masalah.
Salah satu contoh materi
pembelajaran yang dapat menggunakan metode eksperimental adalah sifat-sifat
cahaya. Dengan menggunakan metode ini siswa dapat membuktikan langsung
kebenaran dari sifat-sifat cahaya tersebut.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar
belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Bagimana
pengertian dari metode eksperimen?
2. Bagaimana
karakteristik dari metode eksperimen?
3. Bagaimana
langkah-langkah penggunaan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA?
4. Apa
saja kekurangan dan kelebihan dari metode eksperimen dalam pembelajaran?
C.
Tujuan
Penulisan
Adapun
tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui
pengertian dari metode eksperimen.
2. Mengetahui
karakteristik dari metode eksperimen.
3. Mengetahui
langkah-langkah penggunaan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA.
4. Mengetahui
kekurangan dan kelebihan dari metode eksperimen dalam pembelajaran.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Metode Eksperimen
Menurut Sukardi
(2011:180), penelitian eksperimen dalam bidang pendidikan dibedakan menjadi dua
yaitu penelitian di dalam laboratorium dan di luar laboratorium. Sehubungan
dengan subjek dalam pendidikan adalah siswa, penelitian yang paling banyak
dilakukan adalah di luar laboratorium. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa
keunggulan yang dimiliki oleh penelitian di luar laboratorium. Selain itu,
penelitian eksperimen juga lebih cocok dilakukan dalam bidang pendidikan.
Metode eksperimen
(percobaan) adalah suatu tuntutan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi agar menghasilkan suatu produk yang dapat dinikmati masyarakat secara
aman dan dalam pembelajaran melibatkan siswa dengan mengalami dan membuktikan
sendiri proses dan hasil percobaan itu, (Sumantri, 1999:157).
Jadi,
metode eksperimen ini merupakan salah satu metode yang menuntut siswa terlibat
langsung dalam melakukan percobaan sehingga siswa dapat lebih memahami materi
yang dibelajarkan. Bahkan, dengan melakukan percobaan atau eksperimen siswa dapat
menunjukkan sikap yang positif seperti bekerja sama, jujur, dan rasa ingin
tahu. Begitu pula dengan keterampilan siswa dapat lebih terasah.
B.
Karakteristik
Metode Eksperimen
Terdapat beberapa karakteristik
mengajar dalam menggunakan metode ekperimen serta hubungannya dengan pengalaman
belajar siswa, seperti yang dikemukakan oleh Winataputra (Triadi, 2011) yaitu:
a)
Ada alat
bantu yang digunakan
b)
Siswa aktif
melakukan percobaan
c)
Guru
membimbing
d)
Tempat
dikondisikan
e)
Ada pedoman
untuk siswa
f)
Ada topik
yang dieksperimenkan
g)
Ada
temuan-temuan.
Dari
karakterisitik metode eksperimen dapat dikatakan bahwa metode eksperimen dapat
dikembangkan dan diterapkan dalam pembelajaran IPA dalam meningkatkan sikap
ilmiah siswa. Pembelajaran melalui metode eksperimen ini mengharapkan siswa
menjadi lebih aktif, guru berusaha membimbing, melatih dan membiasakan siswa
untuk terampil menggunakan alat, terampil merangkai percobaan dan mengambil
kesimpulan yang merupakan tujuan pembelajaran IPA. Dengan percobaan (eksperimen)
siswa diharapkan dapat merekam semua data fakta yang diperoleh melalui hasil
pengamatan dan bukan data opini hasil rekayasa pemikiran.
C. Langkah-langkah Penggunaan Metode Eksperimen dalam
Pembelajaran IPA
Agar metode eksperimen ini dapat berjalan dengan lancar dan teratur, maka
diperlukanlah adanya langkah-langkah dalam penerapan metode tersebut, seperti
yang dikemukakan oleh Ramyulis (2005 : 250) sebagai berikut:
1. Memberi
penjelasan secukupnya tentang apa yang harus dilakukan dalam eksperimen
2.
Menentukan
langkah-langkah pokok dalam membantu siswa dengan eksperimen
3.
Sebelum
eksperimen di laksanakan terlebih dahulu guru harus menetapkan:
a.
Alat-alat
apa yang diperlukan
b.
Langkah-langkah
apa yang harus ditempuh
c.
Hal-hal apa
yang harus dicatat
d.
Variabel-variabel
mana yang harus dikontrol
4.
Setelah
eksperimen guru harus menentukan apakah follow-up (tindak lanjut) eksperimen
contohnya :
a.
Mengumpulkan
laporan mengenai eksperimen tersebut
b.
Mengadakan
tanya jawab tentang proses
c.
Melaksanakan
tes untuk menguji pengertian siswa
Menurut
Fathurrahman (Abdillah, 2011) Langkah-langkah dalam pembelajaran dengan metode
eksperimen adalah
a)
Perencanaan: yaitu meliputi kegiatan
menerangkan metode eksperimen, membicarakan terlebih dahulu permasalahan yang
dapat diangkat, menetapkan alat-alat yang diperlukan, menentukan
langkah-langkah apa saja yang perlu dicatat dan variabel-variabel yang harus
dikontrol.
b)
Pelaksanaan: melaksanakan pembelajaran
dengan metode eksperimen, mengumpulkan laporan, memproses kegiatan dan
mengadakan tes untuk menguji pemahaman siswa.
Sebagai
contoh didalam pembelajaran IPA pada materi sifat-sifat cahaya siswa dapat
melakukan percobaan untuk membuktikan teori yang telah ada, misalnya cahaya
merambat lurus, siswa dapat melakukan percobaan langsung dengan tahapan-tahapan
sebagai berikut:
1. Menyiapkan alat dan bahan seperti jarum, kertas tebal
berwarna hitam, lampu senter, dan selotip.
2.
Melakukan percobaan dengan tuntunan cara kerja yang
telah dijelaskan yaitu:
a. Buatlah lubang
dibagian tengah kertas berwarna hitam dengan menggunakan jarum
b. Pasang kertas
yang telah dilubangi tersebut dibagian kepala lampu senter.
c. Matikan lampu
ruangan sehingga ruangan menjadi gelap.
d. Nyalakan lampu
senter
e. Lepaskan kertas
dari kepala lampu senter kemudian nyalakan kembali lampu senter.
f. Perhatikan nyala
lampu senter dengan penutup kertas dan tanpa penutup kertas serta bagaimana arah
cahaya lampu senter tersebut.
D.
Kelebihan
dan Kekurangan Metode Eksperimen
Menurut Sumantri (1999:158) kelebihan dan kekurangan metode eksperimen
adalah sebagai berikut:
1.
Kelebihan
metode eksperimen
a) Membuat
siswa percaya pada kebenaran kesimpulan percobaannya sendiri dari pada hanya
menerima kata guru atau buku.
b) Siswa aktif
terlibat mengumpulkan fakta, informasi, atau data yang diperlukan melalui
percobaan yang dilakukan.
c ) Dapat menggunakan
dan melaksanakan prosedur metode ilmiah dan berfikir ilmiah.
d) Memperkaya pengalaman dengan hal-hal yang bersifat
objetif, realistik dan menghilangkan verbalisme.
e) Hasil
belajar menjadi kepemilikan siswa yang bertalian lama.
2.
Kekurangan/kelemahan
metode eksperimen
a)
Memerlukan peralatan percobaan yang
komplit,
b) Dapat
menghambat laju pembelajaran dalam penelitian yang memerlukan waktu yang lama.
c) Menimbulkan kesulitan bagi guru dan siswaapabila kurang
berpengalaman dalam penelitian.
d) Kegagalan
dan kesalahan dalam bereksperimen akan berakibat pada kesalahan penyimpulan.
Berdasarkan pendapat diatas jelas bahwa penerapan metode eksperimen dalam
kegiatan pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan tersebut
beriorentasi pada optimalnya kegiatan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran
dapat tercapai secara efektif dan dengn metode eksperimen ini siswa dapat
mengembangan sikap ilmiah.
Disamping kelebihan yang dapat dirasakan oleh siswa dalam pembelajaran yang
menggunakan metode eksperimen ada juga kelemahannya, yaitu metode ini menuntut
kemampuan guru dalam menerapkan metode pembelajaran eksperimen dengan mengawasi
proses kerja sama dalam belajar yang dilakukan olah siswa. Hal ini berarti
bahwa peran guru sangatlah penting dalam memberikan pengawasan sekaligus
bimbingan bagi siswa, terlebih bagi siswa yang ada di sekolah dasar.
ass.buk wiwit materinya sangat bagus sekali,saya mau menanya apakah metode ini bisa digunakan untuk anak kelas rendah.makasih
BalasHapusbu..wiwit metodenya sudah bagus..tp bu..berhubung saya memegang kelas rendah kls 2 apakah metode ini bisa saya terapkan di kls saya? trimakasih ya bu..tolong sarannya bagai mana caranya memakai metode ini dalam kelas rendah.
BalasHapusAss bu wiwit. Tulisan yang ibu buat sangat menarik. Ada yang menjadi pertanyaan saya pada tulisan ibu ini.
BalasHapusPada kelemahan dari metode eksperimen yang ibu ulas. Pada point b tertulis "metode eksperimen dapat menghambat laju pembelajaran dalam penelitian yang memerlukan waktu yang lama".
Menurut pendapat dan pengalaman ibu, bagaimana cara meminimalisir sebuah kegiatan eksperimen dapat berjalan tetapi waktu yang digunakan cukup dalam satu kali pertemuan sehingga pembelajaran dapat terselesaikan dengan baik dan siswa dapat memahami dari tujuan pembelajaran tersebut.
Terima kasih bu wiwit. Wss......
wassalam, terima kasih sebelumnya ibu sefni.. saya akan memberikan satu contoh untuk menjawab pertanyaan dari ibu, pada tema 7 di kelas 1 sub tema ke 3 ada melakukan percobaan mengamati pertumbuhan tanaman, pada materi ini metode eksperimen cocok digunakan, tetapi pembahasan materi tersebut tidak hanya untuk satu hari, sehingga dalam melakukan penanaman biji kacang merah dilakukan disekolah, sedangkan pengamatan dilakukan dirumah dengan bantuan orangtua. itu untuk percobaan yang memakan waktu cukup lama. tapi tidak semua percobaan memakan waktu lama. contohnya dikelas 4 materi perambatan bunyi, kita bisa melakukan percobaan untuk satu kali pertemuan dengan syarat, percobaan yang dilakukan merupakan percobaan sederhana misalnya siswa mencoba untuk membuat alat komunikasi berbahan kaleng dan benang. agar waktu yang digunakan cukup maka bahan dan alat yang akan digunakan pada hari tersebut telah disediaan terlebih dahulu. terima kasih, semoga bermanfaat
HapusAss..bu wiwit...bisa tidak metode eksperimen digabung dgn metode yg lain...misalnya metode ceramah...??
BalasHapuswalaikumsalam,terimakasih ibu susanti, menurut saya metode eksperimen ini bisa dikolaborasikan dengan metode pembelajaran yang lain, hanya saja tidak semua metode cocok dikolaborasikan dengan metode ini, jika metode ceramah dikolaborasikan dengan metode eksperimen, mungkin tidak sejalan, karena didalam metode ceramah yang dibutuhkan adalah keaktifan guru dalam menjelaskan isi materi pembelajaran, sedangkan metode eksperimen yang dibutuhkan adalah keaktifan siswa dalam melakukan percobaan untuk membuktikan atau menemukan fakta dengan guru bertindak sebagai fasilitator, dan pembimbing agar metode eksperimen ini dapat berjalan dengan lancar. tapi jika metode eksperimen dikolaborasikan dengan metode diskusi, masih sejalan, karena didalam metode eksperimen ini dapat dilakukan secara berkelompok dimana saat menyimpulkan hasil eksperimen nanti siswa dapat berdiskusi dengan teman satu kelompok. terima kasih, semoga informasi ini bisa bermanfaat, wassalam...
Hapuswalaikumsalam, terima kasih sebelumnya saya ucapkan, pertama saya akan menjawab pertanyaan dari ibu era dan ibu debora, perlu kita ketahui dahulu metode eksperimen ini tidak hanya bisa dilakukan diruang laboratorium dengan segala kecanggihan alatnya, tetapi juga bisa dilakukan didalam kelas atau diluar kelas. apalagi untuk tingkat sekolah dasar, umumnya eksperimen yang dilakukan adalah eksperimen-eksperimen sederhana. untuk di kelas rendah bisa dilakukan metode ini, seperti contoh untuk kelas 1 pada tema 7 subtema 3 pembelajaran 3, dapat digunakan metode eksperimen karena siswa akan melakukan percobaan untuk melihat tahapan pertumbuhan tanaman dengan menggunakan biji kacang merah. semoga informasi ini bisa bermanfaat.
BalasHapus